Sejarah Tondok Bakaru
"Semua kutukan Dettumanan terjadi dalam kehidupan Goalipadang. Pada saat Goalipadang memiliki anak, seekor Kuskus (Kuse) melerikan anak itu ke atas pohon lalu menjatuhkannya dan mati. Demikian juga kutukan lainnya terjadi bagi keluarga Goalipadang."
Tondok Bakaru artinya Kampung Baru. Agak ironis karena Tondok Bakaru merupakan kampung tertua dalam wilayah pemerintahan adat Rambusaratu. Alkisah, salah seorang keturunan Pongkapadang yakni Goalipadang anak dari Sawalima yang berkedudukan di daerah Tabang. Goalipadang mengembara ke wilayah Lembah Mamasa yang saat itu merupakan kekuasaan Dettumanan ( paman Goalipadang).

Pada saat Goalipadang tiba di salah satu daerah dekat kampung Tondok Bakaru sekarang, ia lalu membuat pondok dan tinggal di daerah itu bersama isterinya. Beberapa waktu kemudian, datanglah Dettumanan dari daerah Tabulahan dan dari kejauhan ia melihat asap yang mengepul. Didorong oleh rasa penasaran, Dettumanan terus berjalan menuju kepulan asap itu sambil berkata: “Siapa yang berani menduduki daerah saya”.

Tak lama kemudian sampailah Dettumanan di sumber asap itu dan alangkah kagetnya sebab ternyata ia menjumpai Goalipadang yang tak lain keponakannya sendiri. Dettumanan marah kepada Goalipang yang menduduki wilayahnya tanpa izin. Terjadilah pertengkaran di antara mereka dan Dettumanan mengutuk Goalipadang dengan mengatakan: “Jika engkau memiliki anak maka anakmu akan dibawa oleh Kuskus (Bhs. Mamasa: Kuse), jika engkau menanam pada akan tumbuh alang-alang, dan saat engkau menanam jagung akan tumbuh rumput.

Singkat cerita, semua kutukan Dettumanan terjadi dalam kehidupan Goalipadang. Pada saat Goalipadang memiliki anak, seekor Kuskus (Kuse) melerikan anak itu ke atas pohon lalu menjatuhkannya dan mati. Demikian juga kutukan lainnya terjadi bagi keluarga Goalipadang.

Menyadari kesalahannya, Goalipadang berangkat ke Tabulahan untuk memohon maaf kepada Dettumanan. Meskipun dengan susah payah, bahkan Goalipadang berpura-pura sakit akhirnya Dettumanan memaafkan Goalipadang dan menyerahkan daerah itu kepadanya. Kembalilah Goalipadang ke Mamasa namun ia sudah trauma sehingga memutuskan untuk pindah ke tempat lain membentuk “kampung baru” yang sekarang disebut Tondok Bakaru. Sedang tempat yang ditinggalkan dikenal dengan Kuse sampai saat ini. Jarak antara Kuse dengan Tondok Bakaru kurang lebih 4 km.

Sejak saat itulah Tondok Bakaru menjadi pusat pemerintahan adat Rambusaratu yang bergelar Rambu Saratu’ Bannang Dirangga, Toma’dodo sambu’ Ma’tekken dipappa’, toumpataianni Limbong Kalua’ talakaandean dena’ tala ti’bakan isi balao dan sekaligus Goalipadang menjadi pemangku adat pertama.